Plesiosaurus yang menjelajahi lautan pada zaman dinosaurus ratusan juta th. lalu, kini menyandang status ikonik didalam budaya pop modern. Bukan ukurannya saja yang raksasa—dapat capai panjang sampai 24 meter—wujud reptil laut berleher panjang ini serupa Monster Loch Ness https://www.sandriasb.com/ yang dipercaya bersembunyi di kedalaman danau Skotlandia.
Hasil pengamatan udah mendapatkan gejala makhluk laut purba satu ini berevolusi jadi hewan air tawar, tunjukkan kemampuan adaptasi yang sangat mengesankan. Dan baru-baru ini, temuan fosil “plesiosaurus air tawar pertama dari Maroko” menambah kepingan teka-teki seputar spesies tersebut. Dijelaskan didalam jurnal Cretaceous Research, fosil dewasa dan anak-anak itu kemungkinan milik hewan yang hidup sekitar 100 juta th. selanjutnya di sungai yang kini berubah jadi Gurun Sahara.
Penelitian terbaru mengutarakan bukti keberhasilan plesiosaurus didalam beradaptasi di air tawar, tapi pemberitaan justru mengalihkan fokus utama temuannya ke Monster Loch Ness. Banyak fasilitas menitikberatkan ucapan peneliti yang mengatakan keberadaan makhluk dongeng asal Skotlandia memadai “masuk akal”.
Read Next
Jumlah Penampakan Loch Ness Tiba-Tiba Meningkat Drastis
Nick Longrich selaku ahli paleontologi University of Bath yang jadi penulis senior didalam studi tersebut, menentukan untuk buka suara. Melalui e mail yang di terima Motherboard, rubrik teknologi VICE, dia mengedepankan kecilnya kemungkinan plesiosaurus air tawar hidup di danau Skotlandia.
“Mungkinkah plesiosaurus hidup di danau Loch Ness? Sangat tidak mungkin,” tandas Longrich. Dia mengatakan, penemuan fosil terbaru memang udah menjawab pertanyaan terkait kemampuan plesiosaurus hidup di air tawar, tapi tetap banyak misteri yang wajib dipecahkan soal makhluk ini.
“Saya tak yakin danau seukuran Loch Ness dapat menampung populasi plesiosaurus,” lanjutnya. “Luas danau itu cuma 22 mil persegi (56,4 km persegi). Sejauh ini, Danau Baikal [di Rusia] merupakan cuma satu danau yang diketahui menampung mamalia laut, seperti anjing laut Baikal. Luasnya 12.000 mil persegi (31.7222 km persegi)—500 kali lipat lebih luas daripada Loch Ness.
“Hanya daerah berukuran besar yang dapat menampung hewan sebesar plesiosaurus, agar itu berarti Loch Ness tidak masuk kualifikasi.”
Longrich juga menyoroti pembentukan danau Loch Ness https://bulmerbeauty.com/ sekitar 10.000 th. lalu, tetapi Danau Baikal udah tersedia sejak 25 juta th. silam. Asal-usul danau Baikal yang kuno tandanya kemungkinan “keluarga ikan endemik yang aneh” berkembang biak di sana, dan “menciptakan ekosistem dunia unik yang tidak dapat ditemukan di daerah lain”.
Read Next
Ambisi Dally Menemukan Orang Pendek di Pedalaman Sumatra
“Loch Ness tidak setua itu. Ditambah lagi, Skotlandia tetap dilapisi es sekitar 10.000 th. lalu. Bagaimana dapat Nessie [sebutan monster Loch Ness] bertahan hidup di bawah gletser?”
Menurutnya, catatan fosil tunjukkan plesiosaurus terakhir kali ditemukan 66 juta th. lalu. “Seberapa besar kemungkinan plesiosaurus bertahan selama 66 juta th. tanpa pernah ditemukan fosilnya? Ini bukan perihal mustahil, mengingat coelacanth adalah garis keturunan hidup yang terlihat dari catatan fosil sesudah 66 juta th. lalu. Tapi selamanya saja tidak mungkin.”
Penelitian terbaru tunjukkan plesiosaurus air tawar bukan dongeng belaka. AKAN TETAPI, makhluk ini ditemukan di daerah lain, bukan di danau Loch Ness. Temuannya tawarkan penjelasan lebih baik tentang hewan laut yang berakhir di habitat tak terduga.
Read Next
Tonton Dokumenter VICE Mengikuti Pemburu Monster yang Masih Saudaraan Sama Loch Ness
“Transisi pada lingkungan air tawar dan laut, begitu juga sebaliknya, merupakan momen evolusi yang signifikan,” tutur Longrich. “Tidaklah mudah bagi hewan air tawar bertahan hidup di air laut yang asin, begitu juga sebaliknya. Transisi ini menyebabkan kami penasaran kenapa hewan jalankan perihal tersebut, dan seperti apa prosesnya.”
Berbagai satwa laut udah berevolusi jadi spesies air tawar selama ratusan juta tahun. Lumba-lumba dan anjing laut semata-mata sebagian contohnya. Selain itu, tersedia juga hewan yang lagi ke laut sesudah hidup di air tawar, seperti nenek moyang paus. Dengan mengerti pergantian habitat evolusioner ini, para ilmuwan dapat mengutarakan bermacam misteri yang lebih luas didalam kehidupan di Bumi, juga latar belakang evolusi umat manusia.